Denda Bagi Jemaah yang Melanggar Aturan Haji atau Umrah

Written by
|

Bagi seseorang yang sedang melakukan ibadah haji ataupun umrah tentulah ada larangan-larangan tersendiri yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Ketika seseorang melanggar larangan yang sudah ditetapkan oleh ketentuan syari’at, maka seseorang itu diwajibkan untuk membayar dam atau denda atas perbuatan yang dilakukannya.

Hal seperti ini berlaku ketika seseorang meninggalkan wajib haji atau wajib umrah saja. Tetapi ketika yang dilanggar adalah rukun haji atau umrah, maka orang tersebut secara hukum sudah batal dan wajib mengulanginya lagi dari awal.

Sahabat ihram taukah anda bahawa orang yang melanggar aturan dan larangan yang sudah ditetapkan ini tentu akan dikenakan dam (sejenis hukuman yang bersifat denda) . Adapun dam itu sendiri berbeza bergantung kepada kesalahan apa yang telah dilakukan.

Agar lebih jelas, dam bermaksud denda yang harus ditunaikan oleh seseorang yang telah melanggar larangan, dalam hal ini wajib haji. Hukum membayar dam disini adalah wajib. Dan beberapa penjelasannya adalah:

 

 

 

Haji Tamattu’ atau Haji Qiran.

Meski sama–sama melaksanakan haji tentu secara pelaksanaannya, berbeza dengan haji ifrad. Untuk orang yang melaksanakan haji tamattu’ dan haji qiran biasanya:

  • Tidak Ihram dari Miqat
  • Tidak Mabit (bermalam) I di Muzdalifah
  • Tidak Mabit (bermalam) II di Mina
  • Tidak melontar Jumrah
  • Tidak melakukan Tawaf Wada

Dalam pelanggaran ini dam-nya adalah menyembelih satu ekor kambing, sekiranya tidak mampu menunaikannya maka berpuasa selama sepuluh hari

 

Bersetubuh (Jima’)

Terutamanya sebelum melaksanakan tahallul yang pertama kalinya (ketika seseorang mendahulukan umrah atau sebaliknya).

Untuk larangan ini seseorang harus membayar dam dengan menyembelih seekor unta, jika tidak mampu maka diganti dengan lembu, jika masih tidak mampu diganti dengan tujuh ekor kambing.

Jika orang tersebut masih tidak mampu lagi, maka diganti dengan menukarkan wang seharga seekor unta dan kemudian dibelikan makanan terus disedekahkan kepada golongan fakir miskin.

Khusus dam ini dilaksanakan di kota Mekah, sama juga dengan memberi makan kepada fakir miskin tersebut juga harus di Mekah.

 

 

Memotong kuku, mencukur rambut, memakai minyak wangi, memakai pakaian yang ada jahitannya, dan bersetubuh (Jima’) setelah tahallul yang pertama

Untuk yang disebutkan di atas, dam-nya adalah memilih salah satu daripada tiga pilihan di bawah ini:

  • Menyembelih seekor kambing
  • Melakukan puasa tiga hari
  • Memberikan sedekah makanan terhadap enam orang miskin.

Berburu atau membunuh binatang liar atau buas.

Untuk dam (denda) jenis ini adalah dengan menyembelih satu ekor binatang unta atau sapi , atau kambing, yang semuanya memiliki harga yang sepadan dengan binatang yang dibunuh. Atau dengan mengetahui harga binatang yang dibunuh yang kemudian ditukarkan dengan uang untuk membelikan makanan yang akan dibagikan kepada fakir miskin.

 

Terlambat datang kerana suatu hambatan.

Untuk dam orang yang terlambat datang ini adalah bertahallul atau memotong rambut disertai dengan menyembelih seekor kambing. Jika ingin melihat secara lebih jelas mengenai dam dan jenis-jenisnya, kita boleh merujuk kepada terjemahan daripada ayat Al-Quran, surah Al-Baqarah (2) ayat 196:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya ber-fidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban.

Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna.

Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya”

 

 

 

 

Sahabat ihram, demikian penjelasan mengenai dam atau denda, yang harus ditunaikan bagi seseorang yang sedang menunaikan ibadah haji atau ibadah ‘umrah. Dengan mengetahui dam ini seseorang itu boleh berhati-hati ketika melaksanakan ibadah di tanah suci Mekah ataupun di Madinah.

 

Sumber artikel: Media Ihram Asia

Skip to toolbar